Tidak mudah memang, mewakili aspirasi banyak orang. Akan tetapi jika kita mau sedikit meluangkan waktu untuk bersosialisasi secara langsung dengan para konstituen, tentu, hal tersebut bisa sedikit membuka wawasan kita sebagai anggota DPD RI guna mengetahui apa yang diinginkan oleh para konstituen. Meski tentu saja, tidak bisa 100% untuk merealisasikannya, setidaknya, membuka wacana. Ya, siapa tahu pengganti kita nanti yang akan meneruskan untuk merealisasikan aspirasi itu.

Memotong laju urbanisasi sepertinya sangat mustahil untuk dilakukan, jika, pemerataan pembangunan disegala bidang tidak dilakukan. Belum lagi, terbatasnya kemampuan SDM yang ada untuk mengelola SDA yang ada di suatu daerah. Ditambah kurang informatifnya pemerintah dalam sosialisasi suatu program bahkan bantuan pemberdayaan masyarakat, misalnya. Menjadikan urbanisasi sebagai suatu pilihan untuk merubah tingkat kesejahteraan. Dan hal – hal lain yang bisa disinergikan dengan aparatur pemerintah yang lain agar semua masalah, aspirasi atau program serta kebijakan yang telah diputuskan dan dilaksanakan bisa dijalankan secara efektif.

Pemerataan pembangunan
Sungguh naïf, jika pembangunan sarana dan prasarana hanya difokuskan di kota – kota besar. Oleh karenanya program pemerintah yang telah ada perlu untuk selalu diawasi agar tujuannya tercapai sebagaimana yang direncanakan. Jika perlu mengusulkan kepada pihak – pihak swasta agar CSR yang dikeluarkan digunakan sebagian untuk membiayai pembangunan secara terencana dengan pihak lainnya agar tidak terjadi overlap.

Sebuah jembatan yang menghubungkan dua desa yang belum bisa dimanfaatkan hampir 5 tahun ini

Pelatihan SDM Yang Berkesinambungan
Faktor pendidikan yang rendah adalah masalah selanjutnya yang perlu untuk ditangani secara serius. Dengan digulirkannya pelatihan – pelatihan secara berkesinambungan, yang tentu saja disesuaikan materinya dengan kebutuhan daerah tersebut, pasti dapat meningkatkan mutu SDM dalam mengelola SDA yang ada.

Sosialisasi Program Pemerintah
Sebagai upaya untuk selalu menjaga komunikasi dengan para konstituen, tentunya upaya – upaya untuk tetap menjaga silahturahmi perlu dilakukan bahkan mungkin terus digalakan dengan menyisipkan informasi – informasi yang berguna bagi masyarakat. Semisal, sosialisasi adanya bantuan pemberdayaan masyarakat yang terkadang tidak diketahui baik bentuknya, cara dan proses untuk mendapatkannya.

Menulis
Ini penting dilakukan oleh seorang anggota DPD RI ditengah kesibukannya, karena bisa sebagai media publikasi dan dokumentasi kegiatan yang telah atau akan dilakukan. Tentunya medianya pun bisa beragam dari media cetak dan media elektronik yang saat ini beraneka ragam. Karena tulisan demi tulisan tersebut bisa menjadi indikator yang valid, bahwa seorang anggota DPD RI tidak diam, karena diamnya adalah sebuah pengkhianatan.

Iklan

Berita yang dilansir oleh voanewskamis, 22 Desember 2011 mengenai tender pengadaan kapal selam untuk Indonesia yang dimenangkan oleh korea selatan (Daewoo Shipbuilding Marine Enginering (DSME)) memang sudah sesuai dengan rencana strategis (renstra) dan blue print pertahanan untuk meningkatkan minimal essential forces.

Salah satu poin terpenting dalam kontrak tersebut adalah transfer teknologi kapal selam itu sendiri, sehingga ketergantungan kepada pihak asing dalam pengadaan dan pengembangan alutsista yang selama ini terjadi khususnya kapal selam dapat diminimalkan kedepannya. serta secara tidak langsung turut memberi keuntungan dalam meningkatkan kemampuan industri pertahanan nasional karena  dalam tender itu proses pembuatan kapal selam yang ketiga akan dilakukan di sarana PALGCOs di Surabaya, Jawa Timur.

Seperti yang kita tahu, Indonesia sudah lebih dari 50 tahun mengoperasikan kapal selam dalam jajaran TNI AL dan kini saatnya harus bisa membuatnya juga, guna memperkuat kapal selam kelas whiskey yang masih bertugas dimana jumlahnya sampai kini masih misteri. Idealnya, dengan pertimbangan luas wilayah, Indonesia masih perlu menambahkan sekira 39 unit kapal selam lagi. tidak dapat dipungkiri sebagai negara maritim keberadaan kapal selam mutlak diperlukan untuk menjaga kedaulatan NKRI. 

Salah satu kapal selam yang telah purna tugas dan dijadikan sebuah monumen di Surabaya

Pidato bung karno di atas kapal selam RI Tjandrasa pada 6 Oktober 1966 di dermaga Tanjung Priok, Jakarta,  “… Sekali menyelam, maju terus – tiada jalan untuk timbul sebelum menang. Tabah Sampai Akhir. “ 

Ya, hari ini tepat 7 tahun yang lalu
gempa dengan kekuatan 9,3 SR menghentak pada kedalaman 10 km
dan menyebabkan Tsunami yang dasyat

Pada peristiwa itu, lebih dari 120.000 orang tewas
dan lebih dari 90.000 orang hilang

Gempa ini berdampak luas hingga ke Pantai Barat Semenanjung Malaysia
Thailand, Pantai Timur India, Srilangka, bahkan sampai Pantai Timur Afrika

Doa kami untuk para korban

Film Indonesia yang satu ini memang layak untuk ditunggu

Bahkan mungkin,
baru satu film ini saja yang dapat menembus pasar perfilman internasional
indikasi tersebut tampak dari telah dibeli hak edarnya oleh sony pictures untuk diputar di USA
dan seluruh dunia

Semoga saja
dapat menjadi pemicu para sineas Indonesia
dalam memproduksi film-film yang bermutu kedepannya 


Batik adalah contoh local genius 
tentang : Bahwa hidup adalah ketidakteraturan yang teratur
yang currently ditemukan oleh science.

Science belakangan membuktikan dengan matematika dan lain lain
melalui teori fraktral
bukan keteraturan-keteraturan geometris pada matematika kuno.

Batik adalah fraktal.

Teman saya ahli matematika dari Semarang
dapat meringkas batik yang begitu banyak cuma menjadi beberapa pola.

Ingat !!!
Matematika bukan hitung-hitungan
itu salah kaprah
berarti dosen atau gurunya tidak cerdas.

Matematika  adalah bahasa sebagaimana bahasa-bahasa lainnya.

Kelebihan matematika sebagai bahasa dibanding bahasa-bahasa lain
matematika mampu menangkap pola
dari sesuatu yang seolah-olah tanpa pola 

Di situlah hebatnya leluhur
sudah menemukan batik jauh sebelum teori fraktal (ketidakteraturan yang teratur) ditemukan.

sumber:
Sujiwo Tejo


Tembang dari Sahara tersebut rasa-rasanya cukup mewakili
mood ‘ku kali ini, cukup melow bukan ?!

dan tentu saja cukup usang terdengar…..

Setelah cukup lama tidak menulis dalam bentuk cerita nan panjang,
rasa-rasanya ada sedikit kegamangan
dalam memulainya kembali.

wordpress ataupun blogger yang lama ku miliki bukannya tidak ada
tetapi aku pikir sudah tidak relevan untuk kembali ditampilkan
atau sekedar untuk diteruskan kembali
eksistensinya dalam pergolakan dunia maya.

mungkin, kupikir karena ada semangat yang berbeda kali ini
bukan lagi tentang idealisme
atau apalah mereka menyebutnya…

dan bisa jadi kali ini
hanya akan menjadi catatan demi catatan dalam perjalanan !

tidak lebih…

Blog di WordPress.com.Tema: Esquire oleh Matthew Buchanan.

%d blogger menyukai ini: